Merapikan pakaian, apalagi merapikan menggunakan setrika mungkin salah satu kesibukan yang tidak menyenangkan untuk sebagian orang. Tumpukan pakaian yang telah selesai kita jemur juga membuat semakin “malas” untuk kita merapikannya. Sebagaian dari kita kemudian membuat jadwal harian dan bahkan mingguan, kapan kita akan merapikan pakaian yang telah selesai dijemur dan kapan kita akan setrika pakaian yang telah kita rapikan.

Berbicara tentang setrika, sebagian besar orang pasti pernah melakukannya, anak-anak sampai orang dewasa, anak kos sampai ibu rumah tangga, dan bahkan kepala rumah tangga pun pernah melakukannya. Mereka semua merapikan pakaian agar halus dengan menggunakan setrika.
Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah kita semua mengetahui apa arti dari setrika, dari bahasa apa, dan juga sejarah dari setrika itu sendiri? Pada tulisan ini kami akan mencoba membahas perihal pertanyaan di atas, dan semoga bermanfaat.

Setrika berasal dari bahasa Belanda yaitu strijkijzer, dan arti secara umum adalah salah satu cara menghilangkan kerutan dari pakaian dengan alat yang dipanaskan. Pakaian yang telah dicuci dan dikeringkan harus disetrika agar kembali halus. Hal ini terjadi karena ketika molekul-molekul polimer dalam serat pakaian dipanaskan, serat-serat tersebut diluruskan karena beban dan panas dari setrika. Setelah dingin, pakaian mempertahankan bentuk lurus ini. Beberapa pakaian dengan jenis bahan tertentu perlakuan khusus ketika menghaluskan dengan setrika, misalnya ada pakaian yang harus perlu diberi air untuk melonggarkan ikatan antar molekul, ada jenis bahan lain ketika kita menghaluskan dengan setrika kita harus membaliknya terlebih dahulu, dan beberapa perlakuan yang lainnya. Dan bahkan sekarang terdapat banyak bahan pakaian dari polimer sintetis yang dipromosikan sebagai bahan yang tidak perlu disetrika.

Seiring perkembangan masa dan teknologi, setrika juga mengalami perubahan bentuk dan teknologinya. Dimulai dengan setrika kuno dibuat dari besi yang diisi arang membara. Dan saat ini setrika kebanyakan dibuat dari aluminium dan baja tahan karat, dengan sumber panas dari listrik. Di dalam setrika terdapat thermostat yang mengendalikan suhu. Selain itu beberapa setrika modern juga dapat mengubah air menjadi uap air untuk membasahi pakaian. Selain itu terdapat juga setrika nirkabel yang dipanaskan di sebuah docking station, dan setrika portable yang bentuknya kecil untuk menyetrika dasi atau untuk dibawa bepergian. Selain Setrika diberi thermostat, ada juga thermofuse yang digunakan untuk pengaman yang fungsinya sama seperti sikring, namun pada suhu panas yang melewati batas toleransi thermofuse akan putus.

Dalam pemakaiannya setrika panas yang sedang tidak digunakan harus diletakkan tegak lurus sehingga tidak membakar permukaan di bawahnya dan menyebabkan kebakaran.
Demikian sedikit uraian tentang setrika, semoga bermanfaat dan menjadi wawasan baru untuk kita semua. Selamat merapikan pakaian dengan setrika kesayangn kita.